ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) kembali melakukan rapat darurat karena cacar monyet tembus 14.000 kasus lebih. WHO menilai wabah cacar monyet makin merebak di berbagai negara.
Bahkan 6 negara melaporkan kasus pertama cacar monyet mereka minggu lalu.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, saat ini kasus cacar monyet di dunia mencapai 14.000 kasus. Sebanyak 5 orang meninggal di Afrika.
Tedros mengakui, setiap keputusan mengenai masalah cacar monyet melibatkan pertimbangan banyak faktor. Namun yang jelas, tujuan akhir melindungi kesehatan masyarakat dunia.
"Komite di WHO telah membantu menggambarkan dinamika wabah cacar monyet," katanya dalam sambutan pembukaannya kepada anggota komite dan penasihat di WHO.
"Seiring wabah cacar monyet berkembang, penting untuk menilai efektivitas intervensi kesehatan masyarakat dalam pengaturan yang berbeda, untuk lebih memahami apa yang berhasil, dan apa yang tidak berhasil,” lanjutnya dikutip dari situs UN.
Sejauh ini banyak kasus dilaporkan dari Eropa, terutama di antara pria yang berhubungan seks dengan pria. Meskipun semua kematian, hanya terjadi di Afrika, wilayah di mana wabah cacar monyet secara historis ditemukan.
BACA JUGA:Pria Terkena Covid-19 dan Cacar Monyet Sekaligus, Sangat Sengsara!
Akibat hal itu, WHO mengadakan pertemuan dengan komite di WHO. Ini dilakukan untuk memutuskan apakah wabah itu merupakan darurat kesehatan masyarakat dan wajib menjadi perhatian internasional dengan tingkat kewaspadaan tertinggi.
"Terlepas dari rekomendasi komite, WHO akan terus melakukan segala hal yang kami bisa untuk mendukung negara-negara menghentikan penularan dan menyelamatkan nyawa lebih banyak orang ," kata Tedros dilansir Reuters.
Sementara itu, Dr Merav Kliner dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan, cacar monyet masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius.
"Kami meminta agar masyarakat untuk saat ini menghindari kontak fisik, termasuk seks, berpelukan, dan berciuman. Ini untuk mengurangi risiko penularan virus cacar monyet," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)