LADIES, pernahkah Anda merasakan tubuh terasa menghangat saat di malam hari? Suhu menghangat ini biasanya dirasakan di tubuh bagian atas yakni mulai dari wajah, leher, dan dada.
Suhu hangat ini kemudian akan membuat kulit menjadi memerah bahkan hingga keluar keringat. Saat sudah kehilangan terlalu banyak panas tubuh, setelahnya kita akan merasa kedinginan. Kondisi inilah yang disebut sebagai Hot Flashes.
Selain kulit terasa hangat, saat terjadi Hot Flashes, biasanya orang tersebut detak jantungnya berdetak cepat, berkeringat didominasi di tubuh bagian atas, hingga timbulnya perasaan cemas. Umumnya, terjadi selama satu hingga lima menit.
Mengapa kebanyakan atau seringnya dialami oleh wanita? Hal ini karena Hot Flashes paling sering disebabkan karena menopause, yaitu berakhirnya siklus menstruasi secara alami yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 40 sampai 55 tahun.
Meski memang ada beberapa penyebab lainnya, mulai dari efek samping pengobatan, masalah dengan tiroid, kanker tertentu dan efek samping dari pengobatan kanker.
Namun bukan berarti, semua perempuan pasti akan mengalami hot flash. Ada faktor-faktor tertentu yang bisa meningkatkan risiko, misalnya perempuan perokok, perempuan dengan kegemukan, dan bisa juga karena faktor ras karena ada laporan yang menyebutkan hot flash lebih sering dialami oleh perempuan kulit hitam saat menopause daripada perempuan dari ras lain, salah satunya perempuan Asia yang dilaporkan paling jarang mengalami hot flashes ini. Demikian sebagaimana dilansir dari MayoClinic, Kamis (21/7/2022).
BACA JUGA:Ruben Onsu Idap Empty Sella Syndrome, Apa Saja Gejalanya?
BACA JUGA:Chelsea Olivia Positif Covid-19, Alami 9 Gejala Sekaligus
(Rizky Pradita Ananda)