Pasien asal Australia itu belum dipastikan apakah memiliki komorbid atau tidak, pun juga gejala apa yang dialami saat terinfeksi BA.2.75.
Varian BA.2.75 sendiri pertama kali terdeteksi di India pada Mei 2022 lalu disebut-sebut penularannya lebih cepat dari varian BA.5 yang sangat menular.
Sebagai informasi, sejauh ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun tidak memberikan nama khusus untuk subvarian Omicron yang disebut-sebut punya kekuatan menyebar hingga 9 kali lipat dari BA.5 tersebut.
WHO pun mengategorikan subvarian ini sebagai Variant of Concern (VOC) Lineage Under Monitoring (LUM). Artinya, varian ini tengah diawasi secara ketat oleh WHO.
(Martin Bagya Kertiyasa)