SAAT ini jumlah kasus harian Covid-19 masih tinggi. Bahkan sudah mendekati angka 4 ribu kasus pada Rabu kemarin.
Prediksi juga menyebut puncak gelombang BA.4 dan BA.5 akan tercapai pada pertengahan hingga akhir Juli 2022.
Kasus harian pada saat puncak gelombang, diprediksi bisa mencapai 18-20 kasus.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan, varian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan varian omicron sebelumnya, yaitu BA.1 dan BA.2.
"Sedangkan untuk tingkat keparahan, disampaikan bahwa tidak ada indikasi kesakitan yang lebih parah dari varian omicron sebelumnya," katanya dikutip dari laman resmi Kemenkes.
Lalu, apa saja gejala terkena infeksi BA.4 dan BA.5?
1. Demam dan Sakit Kepala
Demam disertai sakit kepala sering menjadi salah satu tanda awal infeksi, atau tertular Covid-19. Sebanyak 64 persen orang melaporkan gejala ini.
Dalam suatu penelitian di Norwegia juga menemukan, bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 cenderung mengalami sakit kepala sedang hingga berat, atau merasakan nyeri berdenyut atau menusuk.
BACA JUGA:Kemenkes Yakin Covid-19 Bisa Meningkat, Imbas Munculnya Varian Baru BA.5.2.1
2. Batuk
Batuk menjadi salah satu gejala paling umum, jika seseorang terinfeksi Covid-19, termasuk BA.4 dan BA.5. Batuk yang terus-menerus, biasanya akan memengaruhi sekitar empat dari 10 orang yang dites positif.
Menurut penelitian, batuk terus-menerus atau berkali-kali dalam sehari, selama setengah hari atau lebih maka perlu Anda waspadai. Apalagi jika disertai dengan batuk kering, maka cobalah untuk memeriksakan diri dan istirahat cukup.