Kemenkes Yakin Covid-19 Bisa Meningkat, Imbas Munculnya Varian Baru BA.5.2.1

Kevi Laras, Jurnalis
Kamis 14 Juli 2022 10:41 WIB
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

ANGKA Covid-19 memang mengalami kenaikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kenaikan kasus ini pun tidak terlepas dari adanya varian baru BA.4 dan BA.5 yang merupakan turunan dari varian Omicron.

Tapi, bukan berarti virus Covid-19 ini berhenti bermutasi. Pasalnya, belakangan ini muncul varian baru BA.5.2.1 di China. Kasus subvarian BA.5.2.1 pertama kali ditemukan di distrik Pudong.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan kemunculan sub varian baru ini pun bisa memicu terjadinya peningkatan kasus. Hal tersebut disampaikan oleh Syahril karena berkaca dari pengalaman sebelumnya. Di mana tahun lalu, terjadi peningkatan kasus, atas adanya varian baru yaitu Omicron (BA.2).

Meskipun saat ini sudah didominasi oleh subvarian Omicron yaitu BA.4 dan BA.5. Menurutnya, tidak ada yang tahu kapan Covid-19 berakhir karena virus dari Covid-19, dinilai dapat bermutasi atau berubah-ubah.

"Di mana perubahan itu tidak semua orang bisa memprediksikan kapan berakhir, yang muncul varian delta, kemudian Omicron seperti BA.2, BA.4 dan BA.5 dan belum selesai ini," ujar dr Syahril dalam Siaran Sehat, dikutip Kamis (14/7/2022).

"Ada informasi bahwa ada varian baru namanya BA.5.2. Artinya apa virus ini dilihatnya berdasarkan pengalaman tahun lalu, kalau ada yang baru maka meningkat kasusnya," tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya