“Kita memang mau bikin masyarakat bisa nge-mix and match. Jadi yang pakai rok bisa, pakai celana bisa, yang pakai baju tertutup juga bisa. Didesain sedemikian rupa untuk masyarakat luas tergantung selera,” imbuhnya.
Dalam koleksi Ikat Nusantara Dari Timur ini, tak tanggung-tanggung Oscar langsung menghadirkan sebanyak 50 piece dalam bentuk ready to wear yang bisa digunakan dalam berbagai momen.
(Foto: MPI/Syifa)
“Sekarang orang-orang sudah mau pakai kain sebagai busana ready to wear, bukan hanya dikainkan saja tapi juga bisa dipakai sehari-hari,” jelas Oscar.
Koleksi yang dibuat kurang lebih enam bulan pengerjaan itu ternyata memiliki makna yang mendalam untuk dirinya.
“Kita fokus pada (kain) ikat. Dimana kain ikat bagian dari kekayaan kain indonesia dan sekarang tenun juga digagas jadi salah satu kekayaan harta tak benda di UNESCO, jadi nggak hanya Batik, tapi tenun juga sudah didaftarkan dan kami semakin mempopulerkan tenun Indonesia,” tutup Oscar.
(Rizky Pradita Ananda)