Code blue termasuk dalam sistem pengkodean standar di rumah sakit, untuk mengkomunikasikan keadaan darurat. Dengan memakai kode rumah sakit seperti ini, memungkinkan staf untuk dengan cepat mengomunikasikan status situasi yang terjadi tanpa perlu banyak mengeluarkan kata-kata.
Secara kategori, di beberapa rumah sakit, code blue dibagi ke tiga sub-kategori yakni;
1. Code blue: Kode darurat medis, biasanya untuk pasien dewasa yang tidak memungkinkan adanya pergerakan.
2. Code Blue Pediatric: Kode darurat medis untuk pasien anak-anak yang tidak adanya pergerakan.
3. Code Blue Neonate: Kode untuk keadaan darurat medis yang terjadi pada bayi.
Code blue juga bisa dipakai dalam situasi di mana pasien mengalami henti jantung, sakit di dada, perubahan status mental, prasinkop, hingga kondisi ketika pasien bernapas namun dalam kondisi kritis. Dokter dan perawat setelah memeriksa tanda-tanda vital seperti denyut nadi atau tanda-tanda pernapasan, bisa juga menyebut code blue jika pasien tidak mendapatkan cukup darah beroksigen yang dipompa ke seluruh tubuh karena adanya gangguan pernapasan atau serangan jantung.
BACA JUGA:Pria Meninggal Akibat Orgasme Berlebihan, Kok Bisa?
BACA JUGA:Mengenal Orgasme Tanpa Ejakulasi yang Biasa Terjadi Pada Penderita Diabetes
(Rizky Pradita Ananda)