Pengunjung Taman Nasional Komodo Dibatasi 290 Ribu Orang per Tahun, Kenapa?

Novie Fauziah, Jurnalis
Rabu 13 Juli 2022 10:30 WIB
Pengunjung Pulau Komodo, NTT (Foto: Instagram/@ariemohr)
Share :

KENAIKAN harga tiket terusan Taman Nasional Komodo menjadi Rp3,75 juta resmi diberlakukan pada 1 Agustus 2022 mendatang. Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar pun ikut dibatasi, menjadi 290 ribu kunjungan per tahunnya.

Kepala Taman Nasional Komodo, Lukita Awang mengatakan, pembatasan tersebut karena untuk menjaga kelestarian dan adanya konservasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

Lukita menjelaskan, bahwa sebelumnya kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo ini semakin membeludak. Pada 2002 jumlah kunjungan mencapai 11 ribu, kemudian di 2013 mencapai 63 ribu wisatawan.

Lebih lanjut, dengan adanya pembatasan yang kini menjadi peraturan baru diharapkan masyarakat khususnya wisatawan, bisa lebih menjaga keindahan alam yang merupakan habitat komodo itu sendiri.

BACA JUGA: Tiket Taman Nasional Komodo Naik Rp3,75 Juta Per 1 Agustus, Ini Alokasinya

Lukita menjelaskan, akibat dari banyaknya wisatawan yang datang ke Taman Nasional Komodo, membuat spesies kadal terbesar di dunia itu mengalami perubahan perilaku. Misalnya, bobot badannya menjadi semakin besar dan bisa mencapai 100 kg.

"Catatan kita saat ini, berat komodo bisa mencapai 100 kg. Tapi normalnya hanya sampai 80 kg, karena ada perubahan-perubahan inilah kita dibentuk untuk membuat wisata alternatif. Kemudian pemberhentian memberikan makan kepada komodo (sembarangan), dan juga mengembangkan destinasi baru," katanya dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf secara virtual.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Program Konservasi di Taman Nasional Komodo, Carolina Noge menambahkan, bahwa biaya tersebut berlaku kolektif untuk aktivitas wisata di pulau Komodo, pulau padar, pantai Pink, juga kegiatan di perairan area Taman Nasional.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya