POSISI tidur saat darah tinggi kumat memang sangat diperlukan. Saat darah tinggi umumnya para penderita akan berusaha menurunkannya dengan bantuan obat-obatan dan menjaga pola makan.
Selain keduanya, posisi tidur juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Diketahui, tidur adalah cara alami tubuh untuk memroses dan menghilangkan hormon stres yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Kualitas tidur yang buruk dengan waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan peradangan pada tubuh. Kondisi ini mampu menyebabkan pembuluh darah menyempit dan menyebabkan tekanan darah tinggi.
Maka dari itu, penderita tekanan darah tinggi kerap disarankan untuk tidur dengan posisi yang baik. Lantas, bagaimana posisi tidur yang baik saat darah tinggi? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.
Posisi Tidur Telungkup
Melansir dari laman WebMD, diketahui Peneliti Yasuharu Tabara dari Ehime University School of Medicine di Ehime, Jepang, menyimpulkan bahwa tekanan darah tinggi di malam hari adalah pertanda buruk bagi orang dengan masalah jantung.
Dalam penelitian itu, Tabara dan rekan mendaftarkan 271 pria sehat yang tidak minum obat tekanan darah. Usia para responden kisaran antara 19 hingga 64 tahun, dengan usia rata-rata 50 tahun.
Para responden dipasang manset tekanan darah otomatis dan diminta untuk berbaring menghadap ke atas. Kemudian mereka diminta membalikkan badan dan berbaring telungkup sembari diukur tekanan darahnya. Hasilnya, tekanan darah pria secara keseluruhan turun sedikit, dan secara signifikan turun saat tidur dengan posisi telungkup.
Tidur Berbaring ke Kiri
Mengutip medicoverhospitals.in, tidur miring ke kiri dianggap sebagai posisi tidur terbaik untuk hipertensi sebab dapat mengurangi tekanan darah pada pembuluh darah yang mengembalikan darah ke jantung.
Sakit punggung juga dapat menyebabkan gangguan tidur yang signifikan, sehingga hindari posisi tidur yang membebani area ini harus dihindari.
(Martin Bagya Kertiyasa)