KABAR meninggalnya Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akibat ditembak saat kampanye jadi kabar duka yang menggoncang dunia. Nyawanya tidak bisa diselamatkan sekalipun pria berusia 67 tahun itu sempat dilarikan ke rumah sakit.
Perdarahan hebat menjadi alasan kematiannya. Shinzo Abe dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah kejadian penembakan tersebut.
Banyak dari Anda mungkin penasaran, sebetulnya apa yang terjadi saat tubuh ditembak?
Apakah peluru yang masuk ke tubuh langsung menyebabkan kerusakan organ dalam dan itu yang kemudian meningkatkan risiko kematian?
Dilansir dari laman Wired, saat peluru menembus tubuh, hal pertama yang terjadi adalah kerusakan organ dalam yang menyebabkan darah mengalir keluar dari 'jalurnya'.
Pada kasus penembakan ke arah kaki, peluru biasanya mengenai kaki besar, menghancurkan tulang paha, memutus arteri femoralis kemudian. Karena itu, jantung akan terus memompa darah dalam jumlah besar ke otot yang kekurangan oksigen di kaki tepat di mana peluru bersarang.
Karena kejadian tersebut, otot akan terus kekurangan oksigen dan menyebabkan sel darah menumpuk dan kemudian luber ke luar lubang tempat peluru masuk. Tanpa intervensi medis segera, peluru itu akan membunuh seseorang.
"Saat peluru menembus badan, jalan arteri tubuh pecah dan ini menyebabkan perdarahan masif. Tak hanya itu, organ dalam tubuh pun luka dan menyebabkan perburukan kondisi," terang laporan tersebut, dikutip MNC Portal, Sabtu (9/7/2022).
Saat darah banyak keluar, tubuh secara otomatis mengaktifkan mekanisme pertahanan. Sistem vaskular akan mengerem darah dari ekstremitas ke lokasi serangan untuk mempertahankan perfusi ke organ vital. Tapi, hanya bisa benar-benar efektif kalau lubang ditutup atau disumbat.
BACA JUGA:Peluru Menembus Jantung, Shinzo Abe Meninggal Karena Pendarahan Hebat
Namun, perlu diketahui bahwa mendapat tembakan peluru tidak pasti menyebabkan seseorang meninggal dunia. Diterangkan dr Arun Nair, seorang dokter yang berpraktik di UGD Johns Hopkins menceritakan kalau dirinya pernah merawat pemuda di Lebanon yang selamat setelah ditembak enam kali.