3. Hindari Pembalut dengan Pengharum dan Pemutih
Beberapa wanita memilih pembalut dengan pengharum karena khawatir bau darah menstruasi bisa tercium orang lain. Nyatanya, dr. Dyah mengatakan pembalut dengan pengharum tidak aman bagi kesehatan. “Pembalut dengan pengharum bisa memicu efek samping, seperti iritasi, gatal, ruam, atau alergi,” katanya.
Hal ini tentu dapat mengganggu kesehatan kulit di bagian sensitif kamu. Karena itu, pilih pembalut yang aman untuk kesehatan dengan label Fragrance-free.Selain pengharum, dr. Dyah juga menganjurkan agar kamu menghindari pembalut dengan kandungan pemutih klorin yang diduga juga bisa membahayakan kesehatan.
4. Pertimbangkan Panjang dan Bentuk Pembalut
Berikutnya, cara memilih pembalut yang baik adalah dengan mempertimbangkan bentuk dan panjang pembalut. Jika memiliki bentuk tubuh yang besar serta aliran haid yang deras, mungkin kamu membutuhkan pembalut ekstra panjang.
Kamu juga bisa memilih pembalut yang dilengkapi dengan “sayap pelindung” di kedua sisinya. Fitur ini membantu menahan posisi pembalut agar tidak bergeser ketika ditempelkan pada celana dalam.
Nah, biasanya wanita memilih pembalut ukuran yang lebih pendek dan kecil ketika darah menstruasi tidak lagi deras. Soalnya, pembalut pendek dinilai lebih nyaman digunakan untuk beraktivitas, daripada pembalut panjang. Meski begitu, semua kembali pada kenyamanan masing-masing. Karena itu, ketahui kebutuhan kamu, ya!
Cara memilih pembalut yang aman dan sehat memang susah-susah gampang. Namun, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi bingung. Coba terapkan sederet tips di atas, ya!
Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter untuk mengikuti informasi terkini seputar kesehatan. kamu juga bisa konsultasi dokter online di KlikDokter mengenai topik menstruasi dan kesehatan reproduksi wanita.
(Martin Bagya Kertiyasa)