3. Pulau Pasir
Setelah puas berfoto dan bermain di pantai Pulau Batu Berlayar, kapal bertolak menuju destinasi berikutnya. Kami ingin mencoba peruntungan untuk mengunjungi Pulau Pasir.
Nasib mujur berada di pihak kami hari itu. Gusung, atau "gusong" dalam logat setempat, biasanya terlihat karena air laut sedang surut. Lokasi yang disebut Pulau Pasir ini sebenarnya adalah gusung pasir yang bisa diinjak selama air surut.
Momon pemandu wisata menyatakan saat kami berkunjung kondisi air sedang "taruk", di antara pasang dan surut, sehingga Pulau Pasir akan bisa bertahan hingga siang. Jika air pasang, gugusan pasir ini akan tenggelam.
Berkunjung ke Pulau Pasir, rasanya seperti berjalan di atas permukaan laut karena lebar gusung tidak sampai seratus meter. Pengunjung harus berhati-hati agar tidak melangkah ke lokasi yang lebih dalam.
Keberuntungan lainnya hari itu, kami bisa melihat bintang laut yang terendam di sekitar Pulau Pasir. Ukuran bintang laut yang ada hari itu cukup besar, jauh melebihi ukuran tangan orang dewasa.
Jika ingin memotret bintang laut, sebaiknya diingat bahwa hewan ini tidak bisa bertahan jika terlalu lama berada di luar air laut. Alangkah bijaknya jika membiarkan bintang laut tetap berada di dalam air ketika memotret.
4. Pulau Lengkuas
Diantara pulau yang dikunjungi, Pulau Lengkuas bisa dibilang yang paling luas dan yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Daya tarik di sana, selain pantai, adalah mercusuar peninggalan zaman Belanda, dibuat pada tahun 1882.
Sayangnya, sekarang mercusuar itu sudah tidak bisa lagi dimasuki wisatawan, namun, masih diizinkan untuk berfoto atau berjalan-jalan di sekitarnya.
Perairan di sekitar Pulau Lengkuas juga lokasi yang direkomendasikan untuk snorkeling. Untuk aktivitas ini, biasanya wisatawan bisa meminta kepada agen perjalanan yang memberangkatkan mereka.
Pulau ini juga tempat yang asyik untuk bersantai sambil minum kelapa muda karena terdapat beberapa penjual makanan ringan di sana.