Sedangkan untuk pelayanan kesehatan daerah Muzdalifah, akan tersedia sebanyak 10 pos kesehatan satelit. Diisi oleh para petugas kesehatan yang berasal dari KKHI Makkah. Tidak hanya itu, tersedia juga pos mobile di sepanjang jalur jamarat, yaitu empat pos di jalur atas dan empat pos di jalur bawah.
Dokter Budi menambahkan, tim kesehatan bandara dan tim kesehatan darurat, akan bergerak duluan.
“Sebanyak 67 petugas kesehatan yang terdiri dari tim kesehatan bandara dan tim Emergency Medical Team akan bergerak terlebih dahuliu besok malam untuk menempati pos kesehatan di Arafah,” imbuhnya.
Sementara itu, sebanyak 234 paket obat dari 18 kelas terapi sudah disiapkan dan diberikan kepada para Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter, yang di dalamya ada golongan antibiotik, obat hipertensi, diabetes melitus, vitamin, dan cairan.
Sedangkan, jenis obat yang dibawa ke pos kesehatan Arafah, mulai dari obat bersifat analgesik sampai ke golongan narkotik, anestetik, anti alergi dan anti anafilaksis, juga obat obatan anti infeksi yang menjadi bekal para TKH dalam mengawal jemaah, terlebih bagi 30 formasi jemaah haji risti (risiko tinggi).
Terakhir , jenis alat kesehatan yang akan dideploy ke pos pos kesehatan di antaranya adalah oksigen Concentrator, minor surgery, pulse oxymetry, alat tensi, alat EKG, nebulizer, tandu, kursi roda, dan lampu tindakan.
“Totalnya ada 78 jenis alat kesehatan yang sudah siap digeser besok,” pungkas dr. Budi
BACA JUGA:Ini 4 Jenis Sakit yang Paling Banyak Dialami Jamaah Haji Indonesia
BACA JUGA:Penyakit Paru Mulai Meningkat Usai Armuzna, Dokter Ingatkan Para Jamaah Haji Jangan Membasahi Masker
(Rizky Pradita Ananda)