Jika dirasa sulit, Dicky menyarankan agar setidaknya penerapan WFH diberlakukan bergilir. Jadi, tetap ada upaya pencegahan penularan Covid-19 bagi perusahaan kepada karyawan-karyawannya.
"Kalau dirasa susah untuk full WFH, maka bisa diterapkan sistem bergilir dan dicoba 20 persen WFH," sarannya.
BACA JUGA:Sakit Kepala Jadi Gejala yang Mendominasi Gelombang Varian Baru
BACA JUGA:Alami Cacat Genetik Parah, Bayi Hasil Pasangan Inses Ini Meninggal Usai 2 Jam Dilahirkan
Dicky menambahkan, WFH sangat dianjurkan pada perusahaan-perusahaan yang kantornya rawan penularan. Artinya, kondisi kantor dengan sistem ventilasinya buruk atau masih banyak karyawan di dalam kantor yang belum divaksin booster.
Dikhawatirkan kasus positif semaki akan meningkat tajam, jika tidak dilakukan intervensi pencegahan yang maksimal, termasuk dilakukan oleh para pihak perusahaan.
"WFH harus dijalankan saat ini," tegas Dicky.
Sebagai informasi, dari data Kementerian Kesehatan, per 1 Juli 2022 kasus Covid-19 harian sempat tercatat sebanyak 2049 dan cakupan vaksin booster Indonesia sampai sekarang baru mencapai 24,50 persen.
(Rizky Pradita Ananda)