Batuk rejan
Batuk rejan adalah infeksi bakteri paru-paru yang sangat menular yang menyebabkan batuk parah. Batuk rejan menyebar dengan sangat cepat dari orang ke orang melalui udara.
Gejalanya serangan batuk hebat yang terputus-putus diikuti teriakan bernada tinggi saat Anda mencoba bernapas, hidung meler dan tersumbat, serta kelelahan dan kehilangan nafsu makan. Komplikasinya pneumonia.
Abses paru
Ini adalah penyakit infeksi paru lokal yang menyebabkan kantung atau rongga berisi nanah yang terbentuk di jaringan paru. Gejalanya batuk berdarah atau mengeluarkan dahak berwarna karat, demam, dan batuk yang kian memburuk pada malam hari atau sesudah berbaring. Komplikasinya pneumonia, pleuritis, dan empiema.
Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan bakteri, virus, atau jamur. Pneumonia bakteri yang paling banyak terjadi. Penyakit ini menyebabkan demam tinggi dan batuk berdahak karena paru-paru terisi cairan, sehingga oksigen tidak bisa masuk ke aliran darah.
Gejala pneumonia antara lain demam, batuk berdahak, dan sesak napas. Komplikasi penyakit ini meliputi abses paru, pleuritis, hingga empiema.
SARS-CoV2 atau Covid-19
Virus SARS-CoV2 menyebabkan infeksi di saluran pernapasan. Ini adalah virus mematikan yang dapat menyerang semua kelompok usia.
Gejala Covid-19 bisa berupa perubahan warna kulit yang kebiruan karena kekurangan oksigen dalam aliran darah, demam, batuk dan bersin-bersin, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, kelelahan, meriang, dan rasa lemah. Beberapa kasus mengalami sesak napas.
Komplikasi dari Covid-19 ialah pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, dan pleuritis.
Pleuritis
Pleuritis adalah peradangan pada pleura atau selaput tipis yang menutupi paru-paru dan melapisi juga bagian dalam rongga dada. Pleuritis biasanya menyebabkan nyeri dada yang hebat dan memburuk saat bernapas atau batuk.
Gejalanya nyeri dada yang hebat saat bernapas atau batuk, demam dan menggigil, serta sesak napas jika kondisinya sudah parah. Komplikasi pleuritis adalah pneumonia dan empiema.