"Apabila ini tetap diberlakukan maka akan banyak bookingan tur yang pending atau bahkan di-cancel oleh wisatawan. Akibatnya akan memengaruhi kondisi perekonomian pelaku dan masyarakat yang ada di Labuan Bajo," tambah dia.
Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Ignasius Suradin juga menyatakan hal yang sama dan menyatakan bahwa perekonomian di Labuan Bajo belum pulih 100 persen pascapandemi Covid-19.
"Sehingga membutuhkan waktu untuk pemulihan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat pariwisata yang sangat terdampak Covid-19 baik langsung maupun tidak langsung," tambah dia.
Ia menambahkan, wacana kenaikan tiket masuk TN Komodo sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat yang sedang berupaya memulihkan ekonomi nasional, meningkatkan kunjungan wisata, dan berwisata dalam negeri.
(Rizka Diputra)