Datang dengan kondisi tersebut, pihak rumah sakit langsung sang bayi di unit perawatan intensif anak-anak dengan kondisi kritis. Pada hari berikutnya, si bayi terdiagnosa penyakit meningoensefalitis parah atau kondisi peradangan di otak dan selaput pelindung di sekitarnya.
Belum berhenti sampai situ, lewat tes PCR bayi itu juga dinyatakan positif Covid-19 dan juga positif terinfeksi rhinovirus atau enterovirus dan virus pernapasan.
Kemenkes Singapura menyebut, kondisi tiba-tiba drop secara drastis ini memang sangat mungkin dialami akibat infeksi Covid-19.