Proyek pembersihan ini bernama Flotsam and Jetsam. Penyelenggaranya meyakini mereka melakukan perubahan yang berarti untuk pantai-pantai di pulau tersebut.
Boschetti menambahkan, "Ketika kami pertama kali memulai Flotsam, perlu satu hari untuk mengisi kapal kami yang berawak 17 sukarelawan. Sekarang kami mungkin memiliki hingga 30 sukarelawan, dan perlu tiga hari untuk mengisi kapal dengan sampah dalam jumlah yang sama. Jadi bagi saya, ini menunjukkan sampahnya lebih sedikit, kami benar-benar melakukan pemberrsihan.”
Inilah cara mengubah sampah menjadi barang berharga yang memberi manfaat bagi lingkungan.
(Salman Mardira)