8 Penyakit yang Diklaim Bisa Diobati dengan Ganja Medis

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 28 Juni 2022 14:56 WIB
Ganja untuk medis (Foto: Insurance marijuana)
Share :

GANJA medis menjadi perbincangan hangat di masyarakat saat ini usai Andien membagikan ceritanya bertemu dengan seorang ibu yang berharap agar anaknya mendapat akses yang mudah mendapatkan ganja medis.

Kejadian ini menyita perhatian masyarakat. Banyak pihak yang coba membantu ibu yang bernama Santi untuk mengobati penyakit anaknya Cerebral palsy. Tak sedikit publik juga yang penasaran dengan ganja medis itu sendiri.

 

Nah, di pembahasan kali ini Okezone akan menjelaskan beberapa penyakit yang bisa diobati dengan ganja medis. Apa saja penyakit itu?

Sebelum menerangkan jenis penyakit apa yang bisa diobati dengan ganja medis, Anda perlu tahu dulu bahwa menurut Very Well, penggunaan ganja medis itu beragam.

Penggunaan ganja medis bisa untuk penambah nafsu makan atau anti-mual, antispasmodik dan anti-konvulsan, analgesik (pereda nyeri), modulator sistem anti-inflamasi dan kekebalan tubuh, pereda kecemasan, antidepresan untuk gangguan mood, serta pengurangan dampak buruk pengganti obat-obatan berbahaya lainnya.

Lantas, penyakit apa saja yang bisa diobati dengan ganja medis?

1. Penyakit Alzheimer

Hingga saat ini obat yang paling efektif untuk Alzheimer belum ada, tapi para ilmuwan mencoba ganja medis yang diklaim dapat memperlambat perkembangan penyakit ini.

2. Epilepsi

Percobaan laboratorium telah menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terkandung di dalam ganja medis diklaim dapat membantu mengurangi jumlah kejang, bahkan pada kasus tertentu bisa menghentikan sepenuhnya.

3. Sklerosis ganda

Inflamasi menjadi awal penyakit ini memperburuk kondisi kesehatan. Sel-sel saraf mulai terpengaruh, terutama di area sumsum tulang belakang dan otak. Nah, penggunaan ganja medis diklaim bisa menurunkan risiko atau kejadian kejang otot.

4. Onkologi

Orang dengan kanker diklaim bisa diobati dengan ganja medis. Ganja dalam dosis kecil diklaim bisa meredakan nyeri karena kanker. Tak hanya itu, ganja juga dipakai untuk menaikkan nafsu makan dan mengobati insomnia pasien kanker.

5. Skizofrenia

Jurnal medis yang diterbitkan khusus menunjukkan bahwa terjadi dampak positif pada pasien skizofrenia.

6. Diabetes

Karena insulin selalu dibutuhkan oleh penderita diabetes, dokter mungkin akan meresepkan ganja media untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

7. Radang sendi

Ganja medis diklaim bisa mengurangi nyeri arthritis. Tepatnya, ganja medis mengurangi rasa sakit akut penyakit ini. Direkomendasikan dengan dosis kecil.

 BACA JUGA:7 Negara yang Melegalkan Ganja untuk Keperluan Medis, Mana Saja?

8. Hepatitis C

Tidak ada penelitian yang secara jelas mengatakan bahwa ganja medis dipakai untuk mengatasi Hepatitis C. Tapi, studi menunjukkan bahwa zat turunan ganja medis diklaim dapat menyembuhkan penyakit.

Meski menjanjikan hal yang positif, tapi ada efek berbahaya dari penggunaan ganja medis. Dijelaskan bahwa penggunaan ganja medis bisa menyebabkan masalah kardiovaskular seperti gangguan detak jantung dan implikasi tekanan darah.

Selain itu, penggunaan ganja dapat mengakibatkan peningkatan risiko cedera pada lansia, serta risiko lebih tinggi terkena penyakit mental yang parah terutama jika digunakan terlalu sering.

"Mereka yang memiliki masalah jantung mungkin sangat terpengaruh oleh peningkatan denyut jantung (takikardia) yang disebabkan oleh keracunan ganja," terang laman kesehatan itu, Selasa (28/6/2022).

Penggunaan ganja medis ditekankan harus berdasarkan resep dokter. Penggunaan non-resep dokter tentunya tidak direkomendasikan, karena akan memberi dampak buruk yang sulit dikendalikan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya