Tindakan yang diperlukan sekarang, kata Prof Bar-Yam, adalah hanya membutuhkan komunikasi publik yang jelas tentang gejala cacar onyet ini. Selain itu, pengujian tersedia secara luas di masyarakat dan pelacakan kontak yang masif.
"Penundaan apapun hanya membuat upaya lebih sulit dan konsekuensinya jadi lebih parah," tegasnya.
WHN menambahkan, sekalipun kasus cacar monyet ini didominasi pada orang dewasa, tapi ketika penyebaran sudah terjadi pada anak-anak itu akan menyebabkan kasus yang lebih parah dan lebih banyak kematian.
Jika infeksi virus terjadi juga pada hewan, terutama tikus dan hewan pengerat lainnya, pun hewan peliharaan, itu juga akan membuat virus cacar monyet ini semakin sulit dihentikan.
"Menunggu secara pasif hanya akan menyebabkan kerugian tanpa manfaat kompensasi apapun," tambah Prof Bar-Yam.
"WHN mendesak semua otoritas kesehatan masyarakat setempat untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dan menggunakan intervensi yang tersedia untuk menahan dan menghentikan penyebaran," ungkap WHN.
"WHO pun harus segera mendeklarasikan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) untuk cacar monyet ini. Pelajaran dari Covid-19 dengan tidak segera mendeklarasikan sebagai pandemi di awal Januari 2020 harus jadi pelajaran penting tentang artinya tindakan terlambat," diungkapkan Eric Feigl-Ding, PhD, Ahli Epidemiologi dan Ekonom Kesehatan, yang juga salah satu pendiri WHN.
(Helmi Ade Saputra)