PEMERINTAH Kota (Pemkot) Jakarta Timur memutuskan mengabadikan nama tokoh dan seniman Betawi menjadi nama jalan di Jakarta Timur. Nama tokoh dan seniman Betawi itu yakni Haji Bokir dan Mpok Nori.
Kasudin Bina Marga Jakarta Timur Benhard Hutajulu menjelaskan, nama Haji Bokir ditetapkan sebagai nama jalan di Kecamatan Kramat Jati, tepatnya menggantikan nama Jalan Raya Pondok Gede.
"Jalan Raya Pondok Gede segmen Kelurahan Pinang Ranti dan Kelurahan Dukuh menjadi H. Bokir bin Dji'un," kata Benhard Hutajulu.
Penggantian nama jalan tersebut dibuktikan dengan berdirinya pelang nama Jalan H. Bokir bin Dji'un. Lokasi pendirian pelang yang menggantikan nama Jalan Raya Pondok Gede tersebut berada dari simpang Jalan Raya Bogor yakni pertigaan Hek sampai persimpangan lampu merah Tamini Square.
Sedangkan nama Mpok Nori diabadikan dalam pelang nama jalan yang terpasang di Kecamatan Cipayung, menggantikan Jalan Raya Bambu Apus.
"Sebenarnya selain Haji Bokir dan Mpok Nori, ada lima nama jalan lainnya menggunakan nama tokoh masyarakat hingga pejuang kemerdekaan," ujar Benhard.
Nama-nama yang dimaksud, lanjut Benhard, yaitu Haji Darip, Entong Gendut, dan Rama Ratu Jaya yang diabadikan menjadi nama jalan.