Kenali Musik Indonesia yang Kaya Warna

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 20 Juni 2022 16:12 WIB
Ilustrasi kesenian Indonesia. (Foto: Wonderfulimage/Masday)
Share :

Tahukah Anda, tanggal 21 Juni diperingati sebagai Hari Musik Dunia? Mungkin sebagian dari kita berpikir perayaan ini cukup unik. Nyatanya, banyak negara di dunia merayakan Hari Musik Dunia.

Sejarah Hari Musik Dunia bermula pada tahun 1982 di Perancis. Sementara itu, bulan Juni merupakan periode pergantian dari musim semi ke musim panas (yang terjadi di negara empat musim), yang disebut periode solstice.

 Pada tanggal 21 Juni biasanya juga dirayakan sebagai masa pergantian musim atau Summer Solstice dan diikuti dengan perhelatan acara Fete de La Musique. Dari sinilah ditetapkan Hari Musik Dunia.

Perayaan pertama Hari Musik Dunia digelar dengan pertunjukan permainan alat-alat musik serta konser dengan para musisi. Pesertanya pun beragam, mulai dari musisi amatir, hingga musisi profesional dan para penyanyi populer.

Kini, selain Indonesia dan Perancis, Hari Musik Dunia diperingati berbagai negara. Di antaranya, Amerika Serikat, Italia, Yunani, Brasil, Peru, Inggris, Rusia, China, dan Jepang. Hari Musik Dunia ini merupakan upaya untuk mengingatkan kembali bahwa musik mendukung kesehatan mental dan membantu ketenangan jiwa.

Momentum Hari Musik Dunia ini juga bermakna bagi kita, warga Indonesia. Memiliki negeri yang kaya akan seni dan budaya membuat kita melihat kembali ke dalam potensi Indonesia di Hari Musik Dunia. Alat musik dan musik tradisional di Indonesia sesungguhnya sangat beraneka ragam.

Dari sekian banyak alat musik tradisional, terpopuler barangkali gamelan yang berasal dari daerah Jawa. Namun, selain gamelan, masih banyak alat musik tradisional lain di Indonesia. Yuk, kita simak sebagian di antaranya.

1. Sumatra Utara

 

Sarune Bolon (Foto : Instagram @batindo_nusantara)

Masyarakat Sumatra Utara dikenal memiliki suara emas. Karakter vokal yang kuat dan intonasi yang tepat saat menyanyi menjadi sejumlah ciri penyanyi dari Sumatra Utara. Sebutlah di antaranya Judika Sihotang dan Joy Tobing.

Bila melirik budayanya, ternyata tradisi bermusik telah melekat di masyarakat Sumatra Utara sejak lama. Ini bisa dilihat dari banyaknya alat musik tradisional khas Sumatra Utara. Di antaranya ada gondang (mirip gendang), garantung, faritia (mirip gong tapi berukuran kecil), druid dana (alat musik yang digoyang/diguncang), hapetan (mirip kecapi), doli-doli yang berasal dari Pulau Nias, sulim (mirip seruling), aramba (mirip gong yang berasal dari Pulau Nias), sarune bolon, panggaro, taganing, ole-ole, ogung, hesek, dan odap. Begitu banyaknya alat musik tradisional Sumatra Utara, tetapi pernahkah Anda memainkannya?

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya