VIRUS SARs-COV-2 atau Covid-19, bisa menginfeksi siapa pun. Kemungkinan kedua, juga bisa membuat seseorang mengalami Long Covid-19 atau dampak berkepanjangan pasca terinfeksi.
Long Covid-19 sendiri bisa berlangsung selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan setelah dinyatakan sembuh alias negatif dari Covid-19. Gejalanya berupa mudah lelah (daripada sebelumnya), batuk, nyeri otot hingga kehilangan indra penciuman dan perasa, hingga mengalami kabut otak.
Sejauh ini, para ilmuwan belum mencapai kesimpulan pasti tentang siapa yang lebih rentan terhadap Long Covid. Satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Press menemukan bahwa ada empat faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Long Covid.
Pertama adanya viral load yang lebih tinggi, adanya autoantibodi tertentu yang secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri, terjadinya reaktivasi virus Epstein-Barr (EBV), hingga penyakit diabetes tipe 2, seperti dikutip dari Timesofindia, Sabtu (18/6/2022)
Sementara dari penelitian terbaru, yang digelar tim peneliti dari University of Sheffield dan Stanford University di Amerika mencoba menghubungkan gen terkait Covid dengan fungsi biologis tertentu.