“Sublineage yang lebih baru itu, menghindari antibodi penetral yang ditimbulkan oleh infeksi dan vaksinasi SARS-CoV-2," catat para peneliti.
Varian Omicron BA.2.12.1, BA.4 dan BA.5, yang sekarang mendominasi angka kasus positif baru di banyak negara, disebutkan mempunyai mutasi yang tidak ada pada varian Omicron versi BA.1 dan BA.2.
Para peneliti memperingatkan, vaksin booster berdasarkan virus Omicron BA.1 contohnya seperti yang dikembangkan oleh Pfizer/BioNTech dan Moderna, disebut tidak mempunyai perlindungan spektrum yang luas terhadap varian Omicron yang baru.
BACA JUGA:Infeksi Varian BA. 4 dan BA.5 Tak Separah Delta dan Omicron
(Rizky Pradita Ananda)