TERDAPAT tujuh kota di Indonesia yang dibangun Belanda dari nol loh. Sebelum Indonesia merdeka, negara ini sempat di jajah Belanda selama ratusan tahun.
Dari penjajahan yang berlangsung ratusan tahun ini, Belanda meninggalkan beberapa warisan.
Salah satunya warisan yang berupa infrastruktur. Hal ini bisa dibuktikan dari banyaknya infrastruktur khas Belanda di beberapa wilayah.
Nah, kira-kira kota mana saja ya? Berikut daftarnya:
Salatiga
Dulunya kota ini dibangun Pemerintah Belanda untuk pemukiman orang Eropa karena lokasinya berada di antara Semarang dan Solo. Tak heran jika hingga kini kita masih bisa melihat peninggalan infrastruktur khas Belanda ini di kota Salatiga, salah satunya gedung Baron Van Hakeren Van De Sloot atau Gedung Papak. Kota ini juga dulunya dijuluki sebagai duplikat Belanda dan De Schoonste Van Midden Java atau kota terindah di tengah Jawa.
Bandung
Kota kembang Bandung dulunya adalah pedesaan sebelum dibangun menjadi pusat pemerintahan dan bisnis pada masa kolinial Belanda. Di tahun 1810, Herman Williem Daendels selaku Gubernur Jenderal Hindia Belanda memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung yang dulunya di Krapyak ke kota Bandung yang saat ini.
Dari sini kota Bandung sedikit demi sedikit dibangun. Sejak awal pembangunan kota ini menggunakan arsitek dan ahli tata kota Belanda. Sehingga tata kotanya disesuaikan dengan gaya orang Eropa.
Jayapura
Di bagian paling timur Indonesia, Jayapura, juga mendapat sentuhan pembangunan dari Belanda. Kota yang dijuluki sebagai Hollandia ini berdiri sejak 7 Maret 1910 oleh Kapten Infanteri FJP Saches dari Kerajaan Belanda. Selama Belanda menduduki tanah Papua, Jayapura memiliki peran sebagai kota pelabuhan dan tangsi militer Belanda. Tak hanya itu, mereka juga melakukan pembangunan jaringan jalan dan fasilitas publik.