Menurut CEO Dafam Hotel Management, Andhy Irawan, hadirnya GDSIAY di Kulon Progo sebisa mungkin memberi manfaat bagi banyak orang di wilayah ini. Sebab, kehadiran hotel bukan hanya 'pemanis' satu wilayah, tapi harus bisa memberi faedah untuk orang di sekitarnya.
"Kami harus punya manfaat untuk orang di sekitar, termasuk menggerakkan roda ekonomi di Kulon Progo. Kami berharap, hadirnya GDSIAY bisa membuka pintu keberkahan untuk masyarakat Kulon Progo," terang Andhy.
Bicara detail unsur Kulon Progo di GDSIAY, Interior Design Consultant, Yohannes Mochtar menempatkan karakter alam Kulon Progo di beberapa titik. Misalnya saja di pemilihan marmer yang terlihat seperti bebatuan pasir maupun banyaknya ornamen floral dan fauna yang jadi bagian dari Kulon Progo itu sendiri.
Di area kitchen, pengunjung bahkan bisa melihat bagaimana kehidupan warga Kulon Progo tercapture dengan sangat apik melalui lukisan yang ditempatkan di atas open kitchen.
"Kulon Progo itu amat banyak hal yang bisa dikulik, ya, termasuk kultur masyarakatnya itu sendiri yang mana sebagian dari mereka bertani, sebagian lainnya mencari ikan di laut," kata Yohannes.
Tak hanya itu, ornamen perangkap ikan pun ditata sedemikian rupa sehingga membentuk area yang sangat estetik. "Ini kami lakukan sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi kami untuk Kulon Progo," tambah Yohannes.