Afifa menjelaskan, tujuan Eksotika Bromo itu agar Bromo bisa menjadi platform seperti Bali, sehingga pihaknya menyediakan tempat dan fasilitas, kemudian para seniman datang sendiri untuk menampilkan sebuah tari.
"Nantinya pariwisata itu akan berlangsung mendaur ulang sendiri secara periodik. Bromo itu sebagai wadah saja dan kami akan membangun Bromo seperti Bali. Konsepnya seperti itu, tetapi kita tentunya butuh proses dan dukungan," kata dia.
Dirinya berharap, Eksotika Bromo bisa menjadi agenda rutin setiap menjelang Yadnya Kasada warga Suku Tengger, sehingga tidak hanya pariwisatanya saja yang dieksplorasi, tetapi kesenian dan budaya juga menjadi modal ekonomi kreatif warga Tengger.
(Rizka Diputra)