Tinggal Tunggu Uji Klinis Tahap 3, Vaksin BUMN Ditargetkan Beredar Juli 2022

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 09 Juni 2022 14:20 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

TINGGAL selangkah lagi Indonesia akan memiliki vaksin Covid-19 yang dibuat secara lokal. Vaksin buatan Indonesia ini, merupakan vaksin yang dibuat oleh BUMN dan diuji coba oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tapi, sebelum dirilis vaksin BUMN ini akan memasuki uji klinis fase 3. Fase 3 ini merupakan langkah terakhir sebelum akhirnya vaksin bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Lantas, kapan vaksin akan rilis?

Dijelaskan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, karena saat ini sudah masuk fase 3 uji klinis, ditargetkan pada Juli 2022 akan keluar izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM.

"Jika fase 3 berjalan dengan lancar, di pertengahan pengujian, pada Juli 2022, BPOM sudah bisa menerbitkan EUA untuk vaksin BUMN ini," kata Honesti dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/6/2022).

Dalam paparannya, Honesti mengatakab bahwa produksi vaksin BUMN ini ditargetkan per tahunnya adalah 120 juta dosis. Kesemuanya itu tentu diprioritaskan untuk bangsa Indonesia dulu. Jika memungkinkan, di masa depan Indonesia akan mengekspor vaksin BUMN ini untuk negara-negara yang membutuhkan.

"Kapasitas produksi kami itu bisa 120 juta per tahun. Tapi, total kapasitasnya bisa memproduksi 500 juta per tahun," tambah Honesti.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono menambahkan bahwa lahirnya vaksin BUMN ini adalah bukti bahwa masalah ketahanan kesehatan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan itu bukan hanya ada di Kementerian Kesehatan, tapi tanggung jawab bersama.

"Vaksin BUMN ini menjadi bukti keterlibatan BUMN, peneliti dari berbagai universitas, dan BPOM, dalam menjamin kesehatan masyarakat. Ini tanggung jawab kami bersama demi masyarakat," tambah Dante.

Sekadar informasi, Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara Holding BUMN Farmasi dengan Baylor College of Medicine. Targetnya, setelah vaksin mengantongi EUA, Bio Farma menargetkan bisa mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Oktober 2022.

Sebelumnya, Bio Farma telah melakukan melakukan uji klinis fase 1 terhadap vaksin BUMN. Uji klinis ini dengan menyuntikkannya kepada 175 orang. Hasilnya menunjukkan keamanan yang baik.

Lalu, uji klinis fase II pun sudah dilakukan dengan menyuntikkan vaksin tersebut kepada 360 orang. Hasilnya disampaikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Juni ini. Jika hasilnya berhasil, makan melakukan uji klinik fase III pada bulan ini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya