Lebih lanjut dia mengingatkan, mengenai kondisi batu-batu di benteng tersebut juga harus ada konservasinya, karena kemungkinan susunan batu di benteng tersebut secara perlahan akan tergerus atau aus seiring waktu.
"Dalam menjaga destinasi-destinasi yang prioritas kami melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah pusat dan lapisan masyarakat. Memang sekarang yang menjadi salah satu topik yang hangat biaya, hemat kami dari Kemenparekraf yang perlu dijaga adalah aspek keberlanjutannya, aspek bagaimana ikon pariwisata seperti Desa Wisata Limbo Wolio akan menjadi warisan untuk anak cucu sehingga harus kita jaga," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengatakan, kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) di Baubau sebagai upaya memberikan penguatan kepada pihaknya setelah mendapatkan 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia ini.
"Beliau datang untuk memperkuat kita memertahankan posisi ini dan berusaha lebih baik lagi dari saat ini," kata Wali Kota Baubau.
Ahmad Monianse juga berharap sektor pariwisata Indonesia bisa bangkit kembali setelah masa pandemi yang melanda Tanah Air. Termasuk di Baubau bisa meraih kembali cita-citanya untuk menjadi kota yang maju, sejahtera dan berbudaya.