SETIDAKNYA negara yang menganut paham komunisme tinggal menyisakan lima negara, di antaranya berada di Asia. Komunisme adalah ideologi ekonomi dan politik yang menerapkan sistem tanpa kelas
Dengan paham ini distribusi kekayaan dan sumber daya harus lebih merata, dengan pemerintah yang memastikan setiap orang mendapatkan bagian yang sama. Jadi kekuasan mutlak ada di tangan pemerintah.
Di Indonesia sendiri, paham komunisme merupakan paham terlarang. Aturan tersebut tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999. Berikut 5 negara penganut komunisme dan masih eksis hingga sekarang.
1. Korea Utara
Negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un, menjadi negara yang menganut paham komunis atau Juche. Paham Juche sendiri resmi menjadi ideologi Korea Utara pada 1970 dan dilanjutkan hingga sekarang.
Sebagaimana paham Juche, negara memiliki kendali penuh atas ekonomi dan politik. Bahkan Korea Utara berhasil menjadi negara komunis yang terisolasi di dunia. Selain itu masyarakat Korea Utara hidup di bawah kepemimpinan otoriter Kim Jong-un.
Segala informasi yang masuk ke negaranya dikontrol ketat, warga bahkan tak memiliki akses untuk terhubung ke dunia luar.
2. China
China merupakan negara komunis terbesar di dunia. Resmi menjadi negara komunis setelah peristiwa Revolusi Komunis China pada 1946, yang dipimpin oleh Mao Zedong dari Partai Komunis China (PKC). Meski menganut paham komunis, negara Tirai Bambu itu gencar membuka peluang bagi para pemodal asing.
3. Vietnam
Setelah Vietnam Utara dipengaruhi Uni Soviet dan Vietnam Selatan dipengaruhi Amerika Serikat, pada 2 Juli 1976 Vietnam resmi menganut paham komunis.
Pada 1986, Vietnam memperkenalkan kebijakan yang dikenal sebagai Doi Moi. Dengan kebijakan ini mengubah sistem ekonomi negara, yakni dengan membuka pintu bisnis bagi investor asing, mengikuti langkah negara-negara komunis lainnya.
Sekadar informasi, Vietnam punya sejarah luar biasa dengan mempecundangi negeri adidaya, Amerika Serikat dalam perang yang bergolak pada 1 November 1955 hingga 30 April 1975.
Berbekal peralatan tempur canggih dan prajurit terlatih, pasukan negeri Paman Sam harus angkat kaki setelah frustrasi menghadapi taktik perang gerilya para pejuang Vietnam berjuluk Viet Chong.