"Kalau bicara gejala, baik virus dari Afrika Barat maupun Afrika Tengah, keduanya punya gejala klinis yang sama. Jadi, penilaian laboratorium saja yang bisa membedakan jenis virusnya," katanya.
Dokter Irma melanjutkan, sampai saat ini kasus kematian akibat cacar monyet hanya terjadi di negara endemis. Artinya, meski banyak laporan dari negara non endemik, tapi tidak ada laporan kematian.
Selain bisa menyebabkan kematian, cacar monyet juga dikatakan bisa menyebabkan cacat permanen. Maksud dari cacat permanen di sini, yakni terjadinya luka (bopeng) di kulit.
"Benar, cacar monyet itu sebabkan bopeng di kulit. Hal ini terjadi karena lesi yang muncul akibat infeksi itu lebih dalam dari cacar air. Jadi, ya, cacar monyet ini bisa sebabkan cacat permanen di kulit berupa bopeng," pungkas dr.Irma
BACA JUGA:Cacar Monyet Sudah Sampai Singapura, Dokter Imbau Masyarakat Tidak Perlu Panik
BACA JUGA:Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Cacar Monyet
(Rizky Pradita Ananda)