Kedua varian ini bermula terdeteksi di Afrika Selatan, hal itu disampaikan oleh Institut Nasional Penyakit Klinis di Afrika Selatan. Melaporkan bahwa BA.4 dan BA.5 adalah virus Omicron dengan kombinasi mutasi baru.
Melansir Medical News Today, para ilmuwan pertama kali mendeteksi BA.4 pada 10 Januari 2022, yang menyebar ke seluruh Afrika Selatan dengan jumlah 35 persen. Sementara, varian BA.5 diidentifikasi pada 25 Februari, dan sekarang menyumbang 20% kasus di beberapa wilayah Afrika Selatan.
Menurut Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan mengungkap bahwa varian baru BA.4 dan BA.5, sangat mungkin bisa menciptakan terjadinya kelonjakan. Di mana sejauh ini diketahui, juga lebih mudah menginfeksi atau menular sebanyak 4 kali lipat.
"Sangat mungkin terjadi, tidak ada yang tidak mungkin karena di Amerika dan juga di Eropa juga naik. Jangan anggap tidak ada Covid ya karena menurut data awal kalau varian baru ini (BA.4 dan BA.5) dikatakan kebal vaksin atau lebih mudah menginfeksi lebih dari 4 kali lipat," jelas Dr Fajri kepada MNC Portal.
(Martin Bagya Kertiyasa)