Di sisi lain, dikutip dari Channel News Asia, WHO pun melaporkan bahwa sebagian besar kasus cacar monyet yang dilaporkan dari layanan kesehatan seksual, terutama melibatkan laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).
"Kebanyakan kasus cacar monyet yang saat ini mewabah tidak menunjukkan gambaran klinis cacar pada umumnya, misal kemunculan pustula sebelum gejala demam keluar. Begitu juga lesi terbentuk sebelum demam muncul," jelas WHO.
Hingga sekarang tidak ada kasus kematian yang dilaporkan akibat cacar monyet terbaru di negara non endemik. Tapi memang dari negara endemik sudah ada yang melaporkan kasus kematian akibat cacar monyet.
Negara endemik tersebut adalah Kamerun, Republik Afrika Tengah, Kongo-Brazzaville, Republik Demokratik Kongo, Liberia, Nigeria, Sierra Leone, Gabon, dan Pantai Gading. Ghana pun masuk dalam negara endemik meski kasus cacar monyet ini hanya ditemukan di hewan.
(Rizky Pradita Ananda)