Poin yang tak kalah penting selanjutnya, yakni memastikan tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan suspek kasus agar mengenali betul bagaimana penyakit ini. Tujuannya, agar penanganan pasien dilakukan dengan tepat dan tidak membahayakan diri sang tenaga kesehatan itu sendiri.
"Cacar monyet ini ada antivirus dan vaksinnya, tapi kami harus menggunakannya dengan tepat dan adil," tegas WHO.
Hal lain yang dilakukan WHO untuk mempersempit potensi penularan cacar monyet dari manusia ke manusia, adalah dengan memajukan pemahaman tentang apa itu cacar monyet.
Pada tahapan ini, dibutuhkan pembaharuan data dan informasi, karena pada beberapa kasus terjadi perbedaan data dari cacar monyet biasa dengan cacar monyet yang kini mewabah.
Maka dari itu, WHO akan menggelar pertemuan global secara resmi untuk membahas detail seputar cacar monyet ini dari A sampai Z. Didukung dengan penelitian berbagai metode.
"Kami akan mengadakan pertemuan global besar untuk membahas R&D soal cacar monyet ini, juga melakukan penelitian mulai dari elidemiologi hingga diagnostik, terapeutik, hingga vaksinnya," pungkas WHO.
(Rizky Pradita Ananda)