MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, Desa Wisata Kubah Basirih di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memiliki potensi wisata religi yang sangat besar namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan salah satunya kebersihan agar desa wisata ini semakin berkualitas.
"Saya sangat bersyukur bahwa kita bisa hadir di sini di destinasi wisata religi desa wisata yang akan menjadi unggulan," kata Sandiaga dalam keterangan resminya saat dalam kunjungannya ke Desa Wisata Kubah Basirih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Desa Kubah Basirih yang berada di dekat bibir Sungai Martapura terdapat makam seorang ulama bernama Al Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim atau yang dikenal dengan Habib Basirih.
Maka tidak heran jika Kubah Basirih menjadi objek wisata ziarah yang sangat diminati wisatawan. Selain wisata ziarah, wisata susur sungai juga menjadi daya tarik tersendiri, karena Kalimantan memang terkenal dengan sebutan negeri seribu sungai.
Menurut Sandiaga, Kubah Basirih memberikan suatu sensasi. Ia melihat bahwa hal ini harus dikunjungi, jika ingin memberikan penghormatan. Pada kesempatan itu, Menparekraf pin ikut berziarah di makam tersebut beserta keluarganya.
"Tadi kita juga mendapatkan kesempatan berziarah di makam beliau dan keluarganya. Mudah-mudahan beliau dan semua dzuriatnya diberikan keberkahan serta rezeki yang melimpah, karena beliau semasa hidupnya sudah memberikan begitu banyak ilmu, tapi begitu beliau pergi tetap mendatangkan berkahnya bagi kita," tuturnya.
Habib Hamid Basirih masih memiliki keturunan atau dalam bahasa resapannya "dzuriat" dengan Nabi Muhammad SAW, sebagai generasi ke-31. Ia menghembuskan nafas terakhir di usia 90 tahun, tepatnya pada tahun 1946.
Tidak berselang lama setelah kepergian beliau, keluarga Habib Basirih memutuskan membangun Kubah Basirih sebagai bentuk legacy atau penghormatan kepada beliau atas ilmu-ilmu yang diberikan.