Sebagian besar kasus mimisan yang sering dialami pada anak, memang tidak berbahaya. Tapi ingat, bukan berarti tidak ada kondisi yang perlu diwaspadai.
Pasalanya ada beberapa kelainan dan kondisi yang perlu jadi tanda peringatan bagi orang tua loh! Nah, apa saja sih gejala mimisan yang harus diwaspadai? Pertama, seperti dijelaskan dr. Martinus M. Leman, DTMH, Sp.A, spesialis anak dari RS Harapan Bunda, Jakarta Timur yang perlu diperhatikan adalah durasi dan intensitas mimisan.
“Mimisan yang tidak berhenti juga dalam 10 menit, mimisan yang berulang cukup sering akibat cedera kepala dan mimisan yang disertai gejala lain merupakan contoh ciri mimisan yang perlu diwaspadai dan diperiksakan ke dokter,” ujar dr. Martinus.
Gejala lain yang dimaksud di antaranya, mulai dari sakit kepala, demam, perdarahan atau lebam di bagian tubuh lain, muntah, badan terasa lemas, gangguan penciuman, keluar cairan bening selain darah, atau bau tidak sedap dari rongga mulut atau hidung.
BACA JUGA:Jangan Panik! Ini Penanganan Pertama Jika Anak Alami Mimisan
BACA JUGA:Hidung Anak Mimisan, Jangan Langsung Panik
Jika mengalami kasus mimisan yang tidak kunjung berhenti atau dialami beserta gejala lain, seperti yang disebutkan di atas. Maka biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut, yakni memeriksa rongga hidung.
Pemeriksaan ronga hidung ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya benda asing, atau kelainan struktur anatomis. Mengingat anak-anak seringkali tidak sadar memasukkan benda asing ke dalam anggota tubuhnya.
Tidak hanya pemeriksaan rongga hidung, dr. Martinus menambahkan, untuk kasus seperti ini pemeriksaan darah juga perlu dilakukan.
“Pemeriksaan darah dilakukan untuk memastikan tidak ada kelainan darah atau penyakit sistemik yang menyebabkan mimisan. Bahkan, dalam kondisi tertentu bisa saja diperlukan pemeriksaan tambahan berupa rontgen atau CT scan di daerah hidung dan kepala,” lanjutnya.
Sebagai catatan, pemeriksaan ini akan bersifat individual, karena tergantung apa saja gejala dan kelainan yang ditemukan dokter pada saat pemeriksaan.
(Rizky Pradita Ananda)