Menurut Hadi, harga batik premium berbeda dengan harga batik tulis biasa, karena membutuhkan proses yang lama, antara dua hingga empat bulan, bahkan ada yang mencapai enam bulan.
"Minimal dua bulan, dan kalau bolak-balik, luar dan dalam dibatik, maka bisa lebih dari enam bulan," kata Hadi.
Karena itu, ia membagi harga batik tulis premium dalam tiga kelas, yakni antara Rp1-3 juta, lalu Rp3 hingga Rp6 juta dan antara Rp6 hingga Rp12 juta.
"Kalau batik tulis biasa, hanya ratusan ribu saja, tidak sampai jutaan," katanya.
Batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan ini akan menjadi seragam delegasi KTT G20 atas permintaan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno setelah melihat langsung acara Pamekasan Fashion Week (PFW) yang digelar April 2022.
(Rizka Diputra)