Sementara itu, Eka Bobby Saputra selaku Daewoong Pharmaceutical Global Business Team menambahkan, memang banyak ABK kalau sakit tak dibawa ke rumah sakit karena anak tersebut susah mengkomunikasikan rasa sakitnya. Selain itu juga kurangnya informasi mengenai pelayanan khusus bagi penyandang disabilitas, dan khawatir dengan biaya mahal.
"Guna mengatasi masalah komunikasi, di negara maju seperti Inggris dan Jepang, mereka memberikan kartu AAC untuk teman-teman ABK agar mereka bisa menyampaikan rasa sakit yang dirasakannya kepada dokter atau tenaga medis agar dapat perawatan yang tepat," ujar Eka.
Oleh karena itu, lanjut Eka, pihaknya melakukan kampanye Say Pain atau ceritakan rasa sakitmu. "Jadi kita mengajak teman-teman ABK untuk menceritakan rasa sakitnya kepada dokter atau tim medis lewat kartu AAC bergambar sehingga mereka mendapatkan perawatan yang tepat."
Teman-teman ABK, tambahnya, diberikan buku dan kartu AAC untuk membantu mengkomunikasikan rasa sakit mereka ke dokter agar bisa dirawat dengan baik.
(Dyah Ratna Meta Novia)