Kemunculan ruam juga dapat ditemukan pada membran mukosa yang terletak di tenggorokan, area alat kelamin, termasuk jaringan mata dan kornea.
Perlu diketahui, sejauh ini belum ditemukan pengobatan khusus untuk cacar monyet di Indonesia, mengingat kasus penyakit ini memang belum ditemukan di Indonesia. Meski begitu, penyakit ini dapat ditangani dengan mengendalikan gejala-gejala yang muncul melalui perawatan yang bersifat suportif dan pengobatan melalui antivirus.
Perawatan suportif tidak serta merta menghentikan infeksi virus yang berlangsung, melainkan untuk meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Selama mengalami gejala, penderita harus memperbanyak waktu istirahat serta mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi dengan menjalani diet sehat secara ketat.
Selain itu, hendaknya juga melakukan karantina diri dengan berdiam di rumah dan melakukan pembatasan kontak sosial dengan orang-orang di lingkungan sekitar. Pencegahan melalui vaksin cacar dan vaksin immunoglobulin menjadi solusi utama penanganan cacar monyet ini.
Demikian penyebab, gejala dan cara mengobati cacar monyet yang perlu diketahui dan diwaspadai.
(Martin Bagya Kertiyasa)