MUCUL jenis baru dari covid-19 varian BA.4 dan BA.5. Ini disebut-sebut memicu kenaikan jumlah kasus infeksi virus corona di beberapa negara. Namun menimbulkan pertanyaan, apakah varian tersebut benar-benar berbahaya? Berikut kata ahli kesehatan.
Menurut dr Muhammad Fajri Adda'i, dokter relawan covid-19 sekaligus edukator kesehatan, sejauh ini BA.4 dan BA.5 tidak bisa dipastikan sebagai varian berbahaya. Sebab, tidak ada bukti penelitian yang menyatakan varian turunan dari omicron (BA.2) itu berbahaya.
Baca juga: Kemenkes: Achmad Yurianto Sosok Guru, Panutan, dan Bapak
Namun, ia mengatakan varian ini kategori yang mudah menular, mengingat turunan dari dari omicron. "Merupakan turunan omicron, sebenarnya sama saja karena sejauh ini belum berbahaya. Kalau cepat menular mungkin, sebab di Amerika belum menunjukkan bahwa ini berbahaya," tutur dr Fajri ketika dikonfirmasi MNC Portal, Minggu (22/5/2022).
Sehubungan dengan omicron, dr Fajri menambahkan bahwa varian ini cenderung aman bagi mereka yang sudah divaksinasi. Dia menerangkan, BA.2 tidak begitu berat atau menyebabkan kelonjakan kematian.
Baca juga: Eks Jubir Covid 19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia Hari Ini
Sementara varian BA.4 dan BA.5 dinyatakan sebagai subvarian mirip dengan omicron BA.2, dan saat ini dominan di Inggris, Eropa Kontinental, dan AS.
"Terbukti BA.4 dan BA.5 ini belum menunjukkan kelonjakan, seperti omicron yang telah terbukti tapi tidak menyebabkan kelonjakan kematian hanya jumlah kasus," jelas dr Fajri.