Prof. Hanifah mengungkapkan bahwa hepatitis akut berbeda dengan kronis. Akut biasanya datang secara mendadak, dan hilangnya juga mendadak. Untuk kesembuhannya juga bisa cepat. Berbeda dengan kronis yang sebaliknya. Seseorang, sambungnya, yang terinfeksi hepatitis akut bisa saja mengalami kesembuhan dengan cepat. Namun di beberapa kasus, hepatitis akut juga bisa mengalami perburukan gejala.
Apabila seseorang dinyatakan sembuh dari hepatitis, penderita akan sembuh dengan sempurna. Namun, jika mengalami perburukan gejala kemungkinan terjadi penderita sulit untuk ditolong. "Kalau terjadi kesembuhan yang cepat itu yang kita harapkan, tetapi juga bisa terjadi perburukan yang cepat pada kasus yang akut yang berat apalagi sudah fulminan itu sangat cepat perjalanannya," katanya.
"Karena itu kalau bisa sembuh, dia akan sembuh dengan sempurna umumnya. Tetapi, kalau terjadi perburukan, dia juga bisa terjadi perburukan yang penuh kita tidak bisa menolongnya," ungkap dr Hanifah.
(Martin Bagya Kertiyasa)