"Kami tengah berupaya untuk menyelaraskan cara ideal ini diberlakukan di semua fasilitas kesehatan bahwa saat pengukuran tekanan darah di klinik, harus dilakukan sebanyak dua kali agar hasilnya lebih pasti," tambah dr Erwinanto.
Selain dilakukan sebanyak dua kali pemeriksaan, untuk meminimalisir 'false diagnosis', masyarakat juga diimbau agar melakukan tes tekanan darah di rumah jika alatnya tersedia. Itu akan sangat membantu dokter atau perawat membaca tekanan darah sesungguhnya.
"Pemeriksaan tekanan darah di rumah perlu dilakukan jika alatnya tersedia, karena itu bisa menjadi acuan nilai tensi yang sebenarnya asal dilakukan setiap hari selama 7 hari dan nilai tensi diambil dari rata-rata hasil pemeriksaan tanpa memasukkan hasil hari pertama," terang dr Erwinanto.
(Helmi Ade Saputra)