Mengenal Jembatan Kaliketek, Saksi Perjuangan Indonesia Melawan Belanda

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 17 Mei 2022 12:03 WIB
Jembatan Kaliketek Bojonegoro (dok MPI/Avirista)
Share :

JEMBATAN KALIKETEK Bojonegoro menyimpan sejarah panjang tentang rekam jejak peninggalan Belanda. Jembatan itu menjadi salah satu akses penghubung di masa lalu antara Tuban yang merupakan daerah pelabuhan dengan daerah-daerah di selatan yang masih berupa hutan belantara.

Aksesnya yang membelah Sungai Bengawan Solo menjadikan Belanda memikirkan cara bagaimana memobilisasi kekayaan alam dari Bojonegoro dan sekitarnya ke pelabuhan di Tuban.

Pemerhati sejarah Bojonegoro Djony susanto mengungkapkan, berdasarkan catatan sejarah yang ada Jembatan Kaliketek itu dibangun selama tiga tahun pada 1916 hingga 1919.

BACA JUGA:4 Destinasi Wisata Alam di Likupang Sulawesi Utara, Cocok Buat Healing 

Selama masa pendudukan Belanda di Indonesia, Jembatan Kaliketek menjadi akses penting penghubung antara daerah pelabuhan di Tuban, Rembang, dengan daerah-daerah di selatan Bojonegoro yang memiliki kekayaan alam.

"Kemudian ketika Jepang masuk Bojonegoro dirusak sendiri oleh Belanda, dengan tujuan agar Jepang tidak bisa leluasa masuk Bojonegoro. Belanda mencoba merusak jembatan sisi selatan, itu ada bagian jembatan yang berbeda," ucap Djony, kepada MPI.

Nama Kaliketek sendiri diambil dari sebuah nama sungai kecil sesuai peta era masa kolonial Belanda. Sungai ini bermuara ke Sungai Bengawan Solo dan berada di timur Jembatan Kaliketek yang ada saat ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya