Intip Restoran Batavia di Hanoi, Ada Foto Bung Karno Simbol Kedekatan Indonesia-Vietnam di Masa Lalu

Antara, Jurnalis
Senin 16 Mei 2022 04:05 WIB
Restoran Batavia di Kota Hanoi, Vietnam (Foto: ANTARA/Dolly Rosana)
Share :

BANYAK pemburu kuliner dunia mengakui bahwa masakan Indonesia memiliki cita rasa tinggi dengan ciri kuat rasanya yang strong lantaran banyaknya bumbu.

Supaya bisa diterima di negara lain seperti di Vietnam, tentu dibutuhkan strategi khusus, dan ini yang dilakukan Restoran Halal Batavia yang merupakan satu-satunya restoran masakan Indonesia di Hanoi.

Berada di kawasan elit Vietnam, Ba Dihn atau sekitar 300 meter dari Museum Ho Chi Minh, restoran ini selalu ramai dari pukul sembilan pagi hingga 10 malam waktu setempat.

“Lidah orang di sini (Vietnam) beda sekali dengan Indonesia. Mereka tidak suka pedas tapi cenderung suka asam, asin dan selalu pakai minyak ikan,” kata Chef Yudi saat disambangi di dapur restoran tersebut.

Bagi Yudi, yang sudah bekerja di restoran tersebut selama tiga tahun, ini menjadi tantangan tersendiri apalagi warga lokal tergolong militan terhadap masakan negara sendiri.

Ia menyadari ini sangat penting karena menjadi penentu keberhasilan dalam menjalankan bisnis rumah makan.

Awalnya agak sulit, bahkan tak ada satu pun warga Hanoi yang singgah ke restorannya. Pengunjung hanya didominasi warga asing yang merupakan pemburu masakan halal, seperti asal Malaysia dan sejumlah negara muslim lainnya.

BACA JUGA: Inilah 13 Restoran Keluarga di Jakarta Selatan Paling Favorit
(Foto: ANTARA/Dolly Rosana)

Namun, seiring waktu, pengunjung semakin beragam hingga mereka yang berasal dari Jepang dan Korea. Lebih membanggakan lagi, kini restoran ini mulai banyak dikunjungi warga lokal.

Untuk menggaet minat warga lokal, Yudi harus meracik beberapa bumbu yang levelnya harus diturunkan sedikit dari cita rasa asli Indonesia. Terkadang ia harus membuat sendiri kecap manis karena keinginan Hanoi memang berbeda.

Demi menjaga cita rasa Indonesia, sejumlah bumbu didatangkan langsung dari Indonesia seperti kapulaga, jinten dan kemiri. Bukan karena harga yang lebih murah, terkadang sulit mendapatkannya di Vietnam. Jika pun ada harganya terbilang mahal seperti kapulaga.

Dalam satu hari, bersama empat orang asistennya, Chef Yudi mampu menyediakan 200 menu makanan, termasuk juga menyediakan beberapa menu khusus asal negara Jepang, Korea dan Prancis.

“Yang paling disukai di sini itu nasi goreng, mie goreng, rendang, sop iga, dan gado gado. Untuk rendang, jangan dibilang bakal sama dengan rasanya di Indonesia karena sudah saya modifikasi sedikit,” kata pria asal Betawi-Bugis yang juga pernah bekerja di salah satu restoran India di Kota Brabat.

Sementara itu, owner Restoran Batavia, Nurlaela Hera mengatakan, daya tarik utama dari restorannya itu terletak pada label halal itu. Hingga kini masih sulit dijumpai restoran halal di Hanoi karena untuk mendapatkannya harus diverifikasi oleh otoritas muslim setempat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya