PENANGANAN hepatitis misterius membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk peneliti dalam hal mendeteksi penyakit.
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengaku siap mendukung pemerintah, lembaga kesehatan, pun stakeholder untuk memaksimalkan penanganan masalah.
Dijelaskan Prof. Dr. Ni Luh P. Indi Dharmayanti selaku Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, pihaknya akan sangat siap jika diberikan amanat untuk ikut terlibat dalam penanganan hepatitis misterius.
"Kami sebagai lembaga riset di dalam BRIN yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas, sangat mampu menangani permasalahan kesehatan, dalam hal ini kasus hepatitis akut," papar Nindi dalam webinar BRIN, Kamis (12/5/2022).