"Dengan kunjungan ini, bagi kami sebagai pertanda mulainya kegiatan pariwisata, mulai bangkitnya kegiatan pariwisata meskipun kalau dibandingkan Lebaran tahun 2019 angkanya baru separohnya . Namun kalau dibanding libur Natal dan Tahun Baru lalu sudah naik cukup signifikan," katanya.
Ia menambahkan, dengan terus membaiknya kondisi pandemi menunjukkan hal yang positif untuk kegiatan wisata di kawasan Borobudur, hal ini pertanda bahwa pariwisata mulai bangkit lagi.
Menurut Aryono, adanya kelonggaran kemarin, mobilitas masyarakat untuk mengakses lokasi wisata sudah mulai ada, tetapi belum setinggi waktu normal dulu karena kondisi ekonomi juga belum stabil atau belum benar-benar pulih.
"Di Borobudur sendiri untuk kepastian naik candi juga belum ada, para wisatawan kalau berkunjung ingin bernostalgia naik ke monumen atau candi. Karena belum bisa naik candi beberapa pengunjung terpaksa balik kanan dan beberapa di antaranya telepon kami untuk menanyakan itu," tandasnya.
(Rizka Diputra)