MASYARAKAT Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara menggelar pertunjukan debus dalam rangka tradisi Lebaran Idul Fitri.
Pertunjukan Debus ini bukan kali pertama digelar oleh masyarakat setempat. Pertunjukan ini sudah dilakukan turun temurun sampai saat ini.
Pertunjukan ini digelar sebagai hiburan masyarakat untuk menyambut datangnya Idul Fitri.
Pertunjukan seni ini diawal dengan dihadirkannya tokoh perwayangan seperti Hanoman, Gatot Kaca, Buto Ijo, dan Gendowo. Berbagai tokoh ini dihadirkan karena mayoritas warga di sana merupakan suku Jawa.
Lalu, sederet tokoh itu akan mengelilingi desa dengan diiringi takbir. Selain itu, digelar pula permainan toya api yang disebut hobat habit.
Di acara puncak digelar pertunjukan debus seperti mematahkan batu bata menggunakan tangan dan kepala, bermain bola api serta uji kekebalan tubuh dengan menyayat tangan dan kaki menggunakan senjata.
Ardi, masyarakat setempat menjelaskan, pertunjukan debus sudah dilakukan sejak orang tuanya terdahulu.
"Ini menjadi tradisi desa kami," terangnya.
Ardi memaparkan, tradisi ini berawal dari sesepuh setempat bernama Abdul Hamid alias Mbah Dul Khamid yang berasal dari Pulau Jawa.
Mbah Dul Khamid ini dikenal sebagai sosok alim ulama pada masanya, dia mempunyai kepintaran di ilmu debus lalu mengajarkannya kepada warga sekitar sebagai sarana hiburan saat menyambut hari raya Idul Fitri.
Sepeninggal Mbah Dul, pertunjukkan itu kini terus digelar dan dijadikan sebagai tradisi setempat.
(Kurniawati Hasjanah)