RATUSAN kasus Hepatitis akut terdeteksi di 12 negara dan menyerang anak-anak berusia satu bulan hingga 16 tahun. Sampai saat ini Oraganisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun belum mengetahui asalnya.
Tercatat, ada sebanyak 169 kasus hepatitis yang menyebabkan seorang anak meninggal dan 17 lainnya membutuhkan transplantasi hati. Prof. Tjandra Yoga Aditama yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara mengingatkan masyarakat terkait hepatitis berat yang dilaporkan sudah dialami sebagian orang di Singapura.
"Jelas kewaspadaan memang diperlukan. Untuk deteksi kalau ada kasus yang dicurigai, termasuk akses dan ketersediaan pemeriksaan adenovirus dan berbagai jenis virus lainnya," kata dia seperti dilansir dari Antara.
Dia mengatakan, kasus hepatitis akut berat menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama beberapa waktu terakhir. Pada pekan lalu, WHO melaporkan setidaknya 169 kasus dari 12 negara terkait hepatitis ini.
Badan yang menangani penyakit menular di Eropa yakni European CDC (E-CDC) menyatakan, patogen yang paling banyak ditemukan pada pasien hepatitis akut berat ini yakni adenovirus das SARS-CoV-2.
Di Inggris, sekitar 75,5 persen kasus positif terhadap adenovirus, dan pemeriksaan subtipe pada 11 kasus menunjukkan adenovirus tipe 41F, sama dengan yang dilaporkan di Amerika.