PEMERINTAH memperkirakan sekira 85,5 juta orang akan melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Lebaran di kampung halaman. Mengingat, sudah dua tahun pemerintah menetapkan larangan perjalanan mudik demi menekan angka Covid-19.
Seiring dengan 85,5 juta orang yang diprediksikan akan bergerak mudik, dengan 75 persen mobilitas ada di Pulau Jawa, 23 juta orang bergerak menggunakan kendaraan mobil pribadi dan 13 juta orang dengan kendaraan roda dua. Artinya akan ada mobilitas dan interaksi sosial besar-besaran masyarakat, yang artinya kasus positif harian diprediksikan akan mengalami kenaikan.
Mengantisipasi kenaikan kasus positif harian pasca musim mudik Lebaran, dikatakan Hery Triyanto, Ketua Bidang Komunikasi Satgas Covid-19, pihak Satgas Covid-19 sudah melakukan sederet persiapan sebagai langkah pencegahan sebagai langkah utama.
“Risiko kenaikan kasus positif harian ini sudah ada karena mobilitas naik. Vector virusnya kan manusia, jadi ketika kasus naik kita membatasi mobilitas. Kasus menurun mobilitas akan dilonggarkan shingga perekonomnain bisa berjalan,” tutur Hery, saat gelaran Webinar Partai Perindo "Mudik Aman Menuju Proses Endemik Covid-19”, Jumat (22/4/2022).