Pentingnya memahami kesehatan reproduki, terang Dokter Noviana, membuat wanita lebih mengenal dirinya sendiri. Memahami pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, mengenal sistem dan alat reproduksi, pendewasaan dalam usia perkawinan, dan pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada wanita.
“Biasanya penggunaan narkoba dan miras juga dapat membuat pikiran menjadi kacau, ya. Dari beberapa kasus yang ditangani, setelah minum miras orang bisa melakukan hubungan seksual, dan akibatnya terjadi kehamilan di luar nikah,” ujar Dokter Noviana.
Media sosial, lanjutnya, sering memberikan misinformasi dalam hal mengenal sistem reproduksi, terutama bagi anak-anak di bawah umur. Maka dari itu, mengenal dan menjaga kesehatan reproduksi merupakan edukasi yang penting dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat.
Jika tidak dijaga dengan baik, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berpengaruh pada organ reproduksi. Beberapa penyakit di antaranya, yaitu gonore dengan gejala rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah.
Kemudian sifilis atau raja singa, penyakit menular seksual dengan gejala yang samar, salah satunya dapat diketahui jika terdapat luka lecet pada alat kelamin. Herpes kelamin yang ditandai dengan nyeri dan luka pada alat kelamin. Klamidia yang ditandai dengan keputihan berlebihan dan bercak darah.